Daily Indo News – Sektor kesenian di Kabupaten Garut semakin menunjukkan taringnya di kancah nasional. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Garut yang kini diakui sebagai salah satu dari enam besar Kabupaten Kreatif di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Beni saat menghadiri Musyawarah Seniman ke-5 Dewan Kesenian Garut (DKG) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (22/1/2026).
Beni menekankan bahwa prestasi Garut saat ini sejajar dengan wilayah-wilayah besar yang memiliki ekosistem kreatif yang kuat.
“Kita bersanding dengan Buleleng, Yogyakarta, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Karawang. Jika melihat prestasi kita, saya kira ini sangat luar biasa,” ujar Beni.
Dia berharap kegiatan seni di Garut terus berkembang dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah, Disparbud berencana mengajukan apresiasi khusus bagi para pelaku seni yang telah konsisten menjaga marwah budaya daerah.
“Seni dan budaya adalah identitas peradaban bangsa yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Regenerasi dan Legalitas Organisasi
Di lokasi yang sama, Ketua Dewan Kesenian Garut (DKG), Anting Irawan, menjelaskan bahwa agenda utama Musyawarah Seniman ke-5 ini adalah menetapkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2030.
Anting menggarisbawahi pentingnya tertib administrasi dan legalitas formal bagi setiap sanggar atau organisasi seni yang bernaung di bawah DKG. Hal ini sesuai dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“DKG adalah rumah bagi para pelaku seni. Fungsi kami adalah mengoordinasikan induk-induk organisasi serta mengatur administrasinya,” jelas Anting.
Mengayomi Berbagai Cabang Seni
Untuk mengoptimalkan kinerjanya, DKG saat ini menaungi 8 komite kesenian yang mencakup berbagai disiplin ilmu, antara lain:
- Seni Tradisional: Komite Gamelan/Tembang Sunda Cianjuran, Komite Lengser Garut, Komite Silat, dan Komite Tari.
- Seni Modern & Kontemporer: Komite Musik, Teater, Komite Komedi, Komite Pelukis, serta Komite Sastra, Bahasa, dan Film.
Anting berharap kepengurusan periode 2026-2030 dapat bekerja secara profesional dan memiliki tanggung jawab tinggi, baik kepada pemerintah maupun masyarakat, dalam melestarikan kekayaan budaya lokal Garut. (YAS)


