Perkuat Literasi Sejarah, PDM Garut Siapkan Peluncuran Buku Antologi Sejarah Muhammadiyah

admin
3 Min Read
Foto : Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sekaligus sejarawan muslim, Sopaat Rahmat Selamet, menjelaskan tentang metodologi penulisan sejarah

Daily Indo News – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut tengah menyeriusi penyusunan buku sejarah persyarikatan sebagai warisan intelektual bagi generasi mendatang.

Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sekaligus sejarawan muslim, Sopaat Rahmat Selamet, menekankan bahwa penulisan sejarah di lingkungan Muhammadiyah tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan harus berbasis metodologi yang bertanggung jawab.

“Menulis buku sejarah itu tidak bisa langsung menulis begitu saja. Ada tahapan penting yang harus dilalui, mulai dari heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi dan kritik sumber baik primer maupun sekunder, hingga tahap interpretasi dan historiografi,” ujar Sopaat, Selasa (6/1/2026)

Berdasarkan hasil kurasi terhadap karya peserta lomba, Sopaat mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen tulisan sudah terkategori baik. Namun, masih terdapat beberapa catatan teknis yang perlu diperbaiki sebelum naik cetak.

“Secara umum sudah bagus, meski ada beberapa hal yang perlu direvisi, terutama terkait prosedur riset sejarahnya. Ada yang narasinya kuat namun lemah di analisis, atau sumbernya yang belum lengkap,” tambahnya.

Target Peluncuran Februari 2026
Program penulisan buku sejarah Muhammadiyah Garut ini ditargetkan rampung dan diluncurkan pada Februari 2026, tepat sebelum memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah. Buku ini nantinya akan berformat antologi atau bunga rampai, yang menyatukan berbagai perspektif sejarah lokal Garut.

Untuk menjaga kualitas konten, posisi editor dipercayakan kepada tim sejarawan dari UM Bandung yang juga merupakan putra daerah Garut. Sopaat berharap buku ini menjadi pemantik untuk riset-riset sejarah yang lebih komprehensif di masa depan.

“Buku sejarah ini bukan hanya dokumentasi, tetapi warisan literasi bagi kader. Garut adalah salah satu daerah awal berkembangnya Muhammadiyah di Jawa Barat, sehingga catatan ini sangat krusial,” tegas Sopaat.

Langkah Strategis Persyarikatan
Mewakili MPI PDM Garut, Aep Saepudin, dalam rangka menyiapkan penyusunannya, pihaknya telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) pada Senin (5/1/2026). Bimtek ini adalah langkah praktis dan strategis untuk mengonversi hasil lomba menjadi produk literasi yang berkualitas.

Kegiatan bintek sendiri merupakan tindak lanjut dari lomba penulisan esai bertema “Sejarah Muhammadiyah Garut” yang sebelumnya digelar dalam rangka menyemarakkan Milad ke-113 Muhammadiyah.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata, sehingga karya peserta tidak berhenti di lomba saja, tetapi menjadi referensi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Aep.

Rencananya, setelah resmi diluncurkan, buku tersebut akan didistribusikan secara luas ke jaringan sekolah Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta organisasi otonom (ortom) di seluruh wilayah Garut. (YAN)

Share This Article
Leave a Comment