Daily Indo News – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melantik sejumlah Pejabat Struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Acara pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Pendopo Garut pada Jumat (20/2/2026) pagi.
Dari sebanyak 42 pejabat struktural yang dilantik, tiga orang di antaranya adalah Muksin yang dirotasi menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah, menggantikan Nia Gania Karyana, menduduki jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang ditinggalkan Ade Hendarsyah karena purnatugas, kini diisi oleh Asep Mulyana, yang sebelumnya menduduk jabtaan kepala bidang di Dinas Koperasi. Sementara, Kepala Bidang Informasi bdan Komunikasi Publik, kini diisi oleh Herman, menggantikan Dang Sani Imansyah, yang mendapat tugas baru sebagai Sekretaris pada Dinas Perumahan dan Permukiman.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa rotasi dan promosi jabatan ini merupakan bagian dari penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang didasarkan pada ketentuan hukum dan sistem merit.
Penerapan Sistem Merit dan Uji Kompetensi
Bupati menegaskan bahwa proses pemilihan pejabat saat ini mengedepankan pendekatan manajemen talenta. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap ASN untuk mengembangkan karier sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Saya selalu menitipkan kepada Kepala BKD dan Pak Sekda agar apa yang kita lakukan senantiasa mengikuti peraturan yang berlaku,” ujar Syakur.
Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan uji kompetensi tetap menjadi instrumen utama dalam melakukan profil kemampuan ASN demi mewujudkan manajemen personel yang adil dan transparan.
Filosofi Jabatan dan Komitmen ASN
Menyinggung dinamika penempatan posisi, Bupati mengingatkan para pejabat bahwa jabatan adalah sebuah amanah, bukan hak yang bisa dituntut. Ia menyoroti pentingnya komitmen awal setiap ASN untuk siap ditempatkan di mana saja dan dalam tugas apa pun.
“Jangan merasa karena saya ASN, karena saya sudah lama di satu tempat, saya merasa harus mendapatkan jabatan yang saya inginkan,” tegasnya.
Mendorong ASN Multi-Talenta
Bupati Syakur juga memaparkan visi mengenai pentingnya tour of duty atau perpindahan tugas untuk menciptakan ASN yang memiliki multi-talenta dan perspektif yang luas. Menurutnya, kompetensi tidak hanya dibentuk oleh pendidikan formal, tetapi juga melalui kekayaan pengalaman di berbagai posisi.
Dengan pengalaman yang beragam, ASN diharapkan memiliki sikap yang lebih bijaksana dan kemampuan bekerja sama yang lebih baik, tanpa terjebak dalam “kacamata kuda” atau cara pandang yang sempit.
Rekam Jejak dan Pelayanan Publik
Dalam menentukan kebijakan personel, Pemerintah Kabupaten Garut turut mempertimbangkan rekam jejak (track record) yang diverifikasi melalui berbagai lini, termasuk Inspektorat dan masukan dari masyarakat. Meski demikian, Bupati menyatakan tetap memberikan ruang bagi perbaikan bagi mereka yang pernah melakukan kesalahan manusiawi, selama bukan kategori kesalahan fatal.
Mengakhiri sambutannya, Bupati meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan cepat dan menjaga kekompakan (kohesivitas) di lingkungan kerja. Ia berharap para pejabat struktural menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Garut.
(YAS)


