Daily Indo News – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut menyebabkan bencana tanah longsor di Kampung Cibulakan, Desa Talagasari, Kecamatan Banjarwangi, Senin (16/3/2026). Akibat peristiwa tersebut, sebuah rumah panggung milik warga mengalami kemiringan setelah dinding penyangganya dihantam material tanah.
Plt. Kasi Trantib Kecamatan Banjarwangi, Rakhmat Saleh, SH, mengonfirmasi bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Longsoran tersebut memiliki dimensi panjang sekitar 25 meter dengan ketinggian tebing mencapai 180 centimeter.
Kronologi Kejadian
Menurut Rakhmat, hujan lebat mulai membasahi wilayah tersebut sejak pukul 11.00 WIB hingga siang hari. Beban air yang tinggi membuat struktur tanah di area perbukitan tidak stabil hingga akhirnya longsor.
“Material longsor menimpa batu penyangga rumah milik Bapak Hidayat. Akibatnya, posisi rumah yang dihuni oleh satu keluarga dengan empat jiwa tersebut kini miring. Beberapa bagian dinding bambu juga jebol dan kaca jendela pecah tertimpa tanah,” ujar Rakhmat Saleh saat memberikan keterangan, Senin (16/3).
Segera setelah menerima laporan, tim dari Trantib Kecamatan Banjarwangi bersama Bhabinkamtibmas Polsek Banjarwangi, Bripka Emid Abdul Hamid, serta perangkat desa setempat langsung meninjau lokasi untuk melakukan asesmen.
Langkah darurat telah diambil oleh petugas dan warga di lapangan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, telah memasang tiang penyangga darurat untuk menahan posisi rumah agar tidak roboh. Sementara pemilik rumah (Bapak Hidayat) beserta anggota keluarganya masih bertahan di lokasi karena dinilai masih relatif aman untuk sementara, namun opsi evakuasi ke rumah kerabat tetap disiapkan sambil menunggu perbaikan permanen.
Rakhmat Saleh menjelaskan bahwa selain faktor cuaca, kondisi geografis menjadi pemicu utama. Lokasi kejadian berada di kemiringan ekstrem sekitar 85° dan minimnya pohon tegakan sebagai penguat tebing alami.
Pihak Kecamatan kini tengah mengoordinasikan bantuan dan tindak lanjut kepada dinas terkait.
“Kami memerlukan dukungan logistik untuk kerja bakti serta material bangunan untuk memperbaiki dinding yang rusak. Selain itu, kami merekomendasikan adanya kajian teknis dari Dinas Perkim dan Dinas Pertanian untuk penguatan mitigasi struktural agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Rakhmat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat wilayah Banjarwangi merupakan daerah rawan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat di sore hari.
(YAS)


