Hujan Deras Picu Longsor di Singajaya, Fasilitas Pendidikan dan Akses Jalan Antar Kabupaten Terancam - dailyindonews.com

Hujan Deras Picu Longsor di Singajaya, Fasilitas Pendidikan dan Akses Jalan Antar Kabupaten Terancam

admin
3 Min Read
Foto : Lokasi longsor di Kp. Ciudian dan Kp. Batununggul, Desa Ciudian Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Daily Indo News – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali memicu terjadinya bencana tanah longsor di dua titik berbeda di Desa Ciudian, Kecamatan Singajaya. Insiden yang terjadi pada 17 Februari 2026 ini mengakibatkan rusaknya infrastruktur penting, termasuk mengancam bangunan Sekolah Dasar dan akses jalan alternatif menuju Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan Unit Reaksi Cepat (URC) ke lokasi untuk melakukan asesmen dampak dan penanganan awal.

SDN Ciudian Terancam Akibat Galian Pondasi
Titik pertama berada di Kp. Ciudian RT 01 RW 01. Berdasarkan laporan, longsor terjadi pada Senin (17/2) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut diduga dipicu oleh kombinasi hujan sedang yang berlangsung lama serta aktivitas galian pondasi proyek di sekitar area tersebut.

“Kami menerima laporan adanya ancaman terhadap bangunan SD Negeri Ciudian. Longsor dipicu oleh ambruknya TPT setelah adanya aktivitas galian pondasi. Personel kami sudah di lapangan untuk melakukan analisa potensi longsor susulan,” ujar Aah Anwar Saefulloh, Rabu (18/2/2026).

Saat ini, pihak pelaksana proyek (Koperasi Merah Putih) dilaporkan tengah melakukan upaya perbaikan darurat pada struktur TPT yang amblas guna melindungi bangunan sekolah.

Akses Jalan Desa dan Kabupaten Terancam Putus
Di titik kedua, yakni Kp. Batunungul RT 05 RW 02, longsor yang lebih masif terjadi pada Selasa (17/2) pukul 13.10 WIB. TPT sepanjang 10 meter dengan ketinggian 15 meter ambruk total karena tidak kuat menahan tekanan tanah dan limpasan air hujan yang deras.

Dampak dari kejadian ini cukup krusial, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur vital, di mana satu ruas jalan kabupaten dan satu jalan desa yang menjadi jalur alternatif menuju Kabupaten Tasikmalaya terancam terputus. Forkopimcam Singajaya telah memasang garis pembatas di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekati area zona bahaya.

Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
Aah Anwar menekankan bahwa koordinasi lintas sektor antara BPBD, Forkopimcam Singajaya, dan Pemerintah Desa Ciudian terus diperkuat. Meski kondisi lalu lintas saat ini dilaporkan masih berjalan normal dan situasi kondusif, perbaikan permanen menjadi kebutuhan mendesak.

“Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan kembali TPT di kedua titik tersebut agar dampak longsor tidak meluas, terutama untuk menyelamatkan fasilitas pendidikan dan menjaga konektivitas jalan antar kabupaten,” tambah Aah.

BPBD Kabupaten Garut mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor, khususnya di Kecamatan Singajaya, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

(YAS)

Share This Article
Leave a Comment