Longsor di Sukarame Garut: 3 Rumah Rusak, 9 Jiwa Terdampak - dailyindonews.com

Longsor di Sukarame Garut: 3 Rumah Rusak, 9 Jiwa Terdampak

admin
2 Min Read
BPBD Kabupaten Garut bersama tim gabungan dari Kecamatan Bayongbong dan Desa Sukarame, Rabu (15/4/2026) melakukan asesmen pasca terjadinya longsor di Kampung Babakan Cijakar, Desa Sukarame, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada hari sebelumnya.

Daily Indo News – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Babakan Cijakar, Desa Sukarame, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Selasa (14/4/2026) sore. Material longsoran dilaporkan menimpa tiga unit rumah warga hingga mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Longsor dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat guyuran hujan yang berlangsung lama.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah menjadi gembur. Puncaknya, serumpun pohon bambu tumbang dan menyeret material tanah hingga menimpa bagian atap tiga rumah warga,” ujar Aah dalam keterangan resminya.

Berdasarkan hasil assessment cepat di lapangan, tercatat sebanyak 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total 9 jiwa terdampak langsung. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Dampak kerusakan meliputi 3 unit rumah rusak ringan (bagian genting/atap), sedangkan warga yang terdampak sebanyak 9 jiwa (5 perempuan, 4 laki-laki). Adapun kelompok rentan satu orang lansia dan satu orang balita di lokasi kejadian yang kini dalam pemantauan petugas.

Pihak BPBD Kabupaten Garut telah menerjunkan personel ke lokasi untuk berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam Bayongbong, Babinsa, dan perangkat desa setempat.

Sejak Selasa sore hingga saat ini, warga sekitar secara swadaya bergotong royong membersihkan material longsoran berupa batang pohon bambu dan tanah yang menimbun atap rumah. Pembersihan dilakukan masih menggunakan alat seadanya sembari menunggu penanganan lebih lanjut.

“Saat ini petugas kami, Rizal Saeful Khalik dan Budi Mulwangi, masih berada di lapangan bersama tokoh masyarakat untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” tambah Aah.

Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Kabupaten Garut mengimbau warga yang tinggal di daerah tebing atau wilayah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam.

(YAS)

Share This Article
Leave a Comment