Daily Indo News – Kompetisi Liga 2 (Pegadaian Championship) musim 2025/2026 kini tinggal menyisakan tiga pertandingan krusial. PSS Sleman masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 49 poin, ditempel ketat oleh Barito Putera (48 poin) dan Persipura Jayapura (46 poin) di peringkat ketiga.
Ketiga tim ini bukanlah nama baru di kancah sepak bola nasional, mengingat ketiganya pernah mengecap ketatnya persaingan di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Ambisi Super Elja Menebus Kegagalan
PSS Sleman mengusung ambisi besar untuk segera kembali ke Liga 1. Sebagai pengingat, tim berjuluk Super Elja ini harus terdegradasi pada musim 2024/2025 setelah finis di peringkat ke-16 dengan raihan 34 poin.
Kini, di bawah asuhan Ansyari Lubis, PSS ditargetkan wajib promosi. Tiga laga tersisa akan menjadi ujian mental bagi skuad Sleman: melawan Persiku Kudus (H), tandang ke markas Persiba (A), dan menjamu PSIS Semarang (H) di partai pamungkas. Jika berhasil menyapu bersih poin di sisa laga, PSS akan mengunci gelar juara dengan koleksi 58 poin.
Barito Putera: Sentuhan Magis Pelatih Berpengalaman
Tim asal Kalimantan, Barito Putera, membayangi di posisi kedua dengan peluang promosi yang tak kalah besar. Kehadiran Stefano Cugurra (Teco) sebagai juru taktik menjadi kartu as bagi Laskar Antasari.
Teco memiliki rekam jejak mentereng di Indonesia; ia pernah membawa Persija Jakarta juara dan mencatatkan back-to-back gelar juara bersama Bali United. Pengalaman ini diharapkan mampu menjaga ketenangan skuad di laga-laga penentu.
Barito akan menghadapi Persiba Balikpapan (H), Persela Lamongan (A), dan Persipal Palu (H). Laga melawan Persela diprediksi akan menjadi ujian konsistensi paling berat, mengingat Laskar Joko Tingkir saat ini bertengger di peringkat ke-5 klasemen sementara.
Persipura: Perpaduan Senioritas dan Talenta Muda
Persipura Jayapura melakukan perombakan di kursi kepelatihan musim ini. Sempat dinakhodai Ricardo Salampessy, posisi pelatih kepala kemudian beralih ke tangan dingin Rahmad Darmawan (RD) pada Oktober 2025 guna mendongkrak performa tim.
Mutiara Hitam tetap setia dengan filosofi talenta lokalnya. Sosok legendaris Boaz Solossa dan Yustinus Pae masih menjadi pilar senior, bahu-meneru dengan talenta muda seperti Ramai Rumakiek hingga Rano Salampessy (putra dari Ricardo Salampessy).
Kenangan manis saat RD membawa Persipura menjuarai liga tahun 2005 diharapkan menjadi motivasi tambahan. Meski secara matematis peluang untuk promosi otomatis lebih kecil dibanding PSS dan Barito—karena bergantung pada hasil tim lain—Persipura tetap mengincar kemenangan di tiga laga sisa melawan PSIS (H), Persipal (A), dan Persiku (H).
Persaingan menuju Liga 1 kini berada di titik didih. Siapa yang akan terpeleset di tikungan terakhir?
(AAN)


