Yakin Program MBG Mampu Mendorong Laju Pertumbuhan Bisnis, PT Janu Putra Sejahtera (AYAM) Bidik Laba Bersih Naik 5% di Tahun 2026

Ketahanan Pangan

admin
3 Min Read
Gambar Ilustrasi Ternak Ayam dan Telur
Highlights
  • Program MBG Mampu Mendorong Laju Pertumbuhan Bisnis Ternak

Daily Indo News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah dipandang oleh PT Janu Putera Sejahtera sebagai peluang bisnis yang mampu mendorog laba signifikan. Untuk itu, Perusahaan berkomitmen penuh untuk mendukung program ketahanan pangan nasional tersebut.

Dirut PT Janu Putra Sejahtera, drh. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Perusahaan telah menyusun strategi agresif untuk memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan efisiensi. Perusahaan menargetkan pertumbuhan profit sebesar 5% hingga 6% untuk tahun 2026 dan 2027, hal itu diyakini karena didorong oleh kontribusi dari program-program pemerintah seperti MBG.

“Program Pemerintah ini pasti memberikan harga yang berada di atas biaya produksi kami. Saat ini, kontribusi kami di program MBG sudah berjalan, meskipun masih 1-2%. Namun kami yakin, jika program ini berlanjut dan kami memperluas kontribusi, angkanya akan jauh lebih besar,” ungkap Sri Mulyani dalam taklimat media via Zoom, Senin (1/12/2025).

Namun kendati demikian, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa industri ini juga menghadapi tantangan yang tidak mudah. Sepanjang 2025, industri perunggasan menghadapi dinamika harga pakan dan tantangan distribusi, namun dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem pangan terus memberikan arah yang positif.

“ Produksi ayam ras diproyeksikan tumbuh sekitar 10,95% dan telur sekitar 2,78% pada 2025. Hal ini didorong penyiapan 323 fasilitas baru untuk mendukung program MBG, “ katanya.

Berpijak dari hal ini, lanjut Sri, manajemen AYAM meyakini industri poultry bertumbuh sehingga memantik perseroan untuk memperkuat kapasitas, meningkatkan efisiensi, dan menangkap peluang permintaan yang terus berkembang.

“ Untuk menghadapi tantangan tersebut, perusahaan akan melakukan empat strategi bisnis. Yang pertama melakukan penguatan bisnis di layer (ayam ras petelur), GPS (bibit ayam murni), PS (bibit induk), dan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) untuk memperkuat hulu–hilir. Strategi ini untuk menangkap pasar unggas nasional yang sangat besar, di mana kebutuhan ayam ras pedaging 3,15 miliar ekor dan layer 0,41 miliar ekor, “ ungkap Sri Mulyani.

Kedua, lanjut Sri, perusahaan mengoptimalisasi pakan, manajemen kandang, dan pengendalian kualitas. Efisiensi menjadi kunci, seiring surplus daging ayam ras 116 ribu ton pada 2024.

Ketiga lanjutnya lagi, melakukan peningkatan kompetensi teknis, manajerial dan digitalisasi proses produksi. Langkah ini agar Perusahaan tetap relevan dengan kondisi industri yang terdiri dari 12,19 juta unit usaha peternakan.

Dan Keempat, pungkas Sri Mulyani, Perusahaan akan melakukan kerja sama untuk efisiensi rantai pasok. Kemitraan dengan perusahaan pakan, logistik, dan distributor, ini dibutuhkan untuk mengatasi ketimpangan distribusi, karena populasi unggas terkonsentrasi di Jawa, yang sekitar 791 juta ekor di Jawa Barat dan Jawa Tengah 705 juta ekor. Harga saham AYAM per 1 Desember 2025 (year to date) menjadi Rp324, melonjak 128,17%. (*)

Share This Article
Leave a Comment