Hak Pendidikan Terenggut Sengketa, Siswa SMA YBHM Garut Belajar di Bawah Atap Masjid - dailyindonews.com

Hak Pendidikan Terenggut Sengketa, Siswa SMA YBHM Garut Belajar di Bawah Atap Masjid

admin
3 Min Read
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina usai menerima audiensi di Rumah Dinas Wakil Bupati Garut, Selasa (13/1/2026).

DAILY INDO NEWS – Memasuki hari kedua sekolah, ratusan siswa SMA YBHM Garut masih belum bisa mengakses ruang kelas akibat gerbang sekolah yang digembok oleh pihak yang bersengketa. Sebagai langkah darurat, pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) ke masjid dan menerapkan sistem daring.

Kepala SMA YBHM Garut, Enggah Yusuf, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil agar hak pendidikan siswa tidak terhenti meski konflik lahan antara pihak yayasan dan seorang pengusaha belum menemui titik terang.

“Untuk sementara kami terapkan belajar daring. Namun, mulai besok siswa akan mencoba belajar di masjid belakang sekolah,” ujar Enggah usai melakukan audiensi di Rumah Dinas Wakil Bupati Garut, Selasa (13/1/2026).

Fokus pada Hak Pendidikan
Enggah menegaskan bahwa pihak sekolah memilih bersikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pemerintah dan aparat penegak hukum (APH). Prioritas utama sekolah saat ini adalah memastikan 200 lebih siswa tetap mendapatkan materi pelajaran.

“Kami serahkan semuanya kepada pemerintah, baik secara hukum maupun penanganan di lapangan. Yang paling penting bagi kami, anak-anak tetap bisa belajar,” tambahnya.

Persoalan ini bermula dari klaim kepemilikan lahan bangunan sekolah oleh seorang pengusaha. Akibatnya, pada hari pertama masuk sekolah, Senin (12/1), seluruh siswa gagal melaksanakan KBM karena akses masuk sekolah tertutup rapat.

Pemerintah Daerah Turun Tangan
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan bahwa pihaknya telah mengupayakan mediasi dan menemukan “titik temu sementara”. Meski demikian, ia menegaskan bahwa prosedur hukum tetap harus dihormati tanpa tindakan gegabah.

“Hukum harus tetap ditegakkan, kita tidak boleh asal terobos. Namun, Pemkab Garut berkomitmen mengawal penuh proses ini, baik di tingkat Polres maupun Polda Jabar. Tidak akan ada pihak yang dianaktirikan,” tegas Putri.

Putri juga menambahkan bahwa kasus ini telah menjadi perhatian serius Bupati Garut serta Gubernur Jawa Barat. Karena tingkat SMA berada di bawah naungan Provinsi, ia memastikan Dinas Pendidikan Jawa Barat akan ikut bertanggung jawab langsung atas keberlangsungan pendidikan siswa SMA YBHM.

Imbauan Agar Tidak Terprovokasi
Terkait pembukaan gembok secara paksa, pemerintah belum bisa memastikan waktu pastinya karena masih menyangkut hubungan antarindividu secara hukum. Putri mengimbau para siswa dan guru untuk tetap tenang dan fokus pada pendidikan.

“Ini tugas kami sebagai pemerintah untuk menyelesaikan. Saya pesan kepada anak-anak, jangan sampai ikut terprovokasi. Tetaplah belajar,” pungkasnya. (YAS)

Share This Article
Leave a Comment