Dedi Mulyadi Desak BUMN Rampungkan Kewajiban Rp3,7 Triliun ke Bank BJB - dailyindonews.com

Dedi Mulyadi Desak BUMN Rampungkan Kewajiban Rp3,7 Triliun ke Bank BJB

admin
3 Min Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir dalam acara Round Table Discussion (RTD) bertajuk “Jepitan Problem Investasi Danantara dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Hotel Holiday Inn Bandung

Daily Indo News – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong percepatan penyelesaian kewajiban sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada Bank Jabar Banten (BJB). Nilai kewajiban yang tertahan tersebut diketahui mencapai angka fantastis, yakni hampir Rp3,7 triliun.

Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat stabilitas perbankan daerah serta memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Pernyataan tersebut ditegaskan Dedi saat menghadiri Round Table Discussion (RTD) bertajuk “Jepitan Problem Investasi Danantara dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Hotel Holiday Inn Bandung, Kamis (22/1/2026).

“Harapannya, BUMN-BUMN yang memiliki kewajiban terhadap BJB segera diselesaikan. Ini penting karena (tunggakan) tersebut menjadi beban yang menghambat kegiatan usaha di Jawa Barat,” ujar pria yang akrab disapa KDM tersebut.

Respons Positif dari Danantara
Dedi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalin komunikasi intensif dengan manajemen Bank BJB. Pihaknya bahkan sudah melayangkan surat resmi kepada Direktur Utama Danantara guna membahas persoalan ini.

“Upaya tersebut sudah mendapatkan respons positif,” tambahnya.

Menurut KDM, kehadiran Danantara yang mengonsolidasi seluruh aset pemerintah memiliki nilai strategis. Ia berharap konsep ini dapat mendukung pembangunan yang lebih terintegrasi, baik di level pusat maupun daerah.

Rencana Merger BUMD Jawa Barat
Selain menyoroti piutang di Bank BJB, Gubernur juga memaparkan rencana besar transformasi bisnis daerah. Pemprov Jabar tengah menyiapkan konsolidasi total terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dalam waktu dekat, nota kesepahaman (MoU) akan ditandatangani untuk menggabungkan seluruh BUMD menjadi satu entitas tunggal, di luar Bank BJB.

“Nanti hanya akan ada dua kekuatan besar: satu Bank BJB, dan satu lagi gabungan BUMD. Jadi tidak berantakan seperti sekarang,” jelas KDM.

Restrukturisasi ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola yang selama ini dianggap belum optimal. Dengan total aset BUMD mencapai Rp4 triliun, KDM optimis penggabungan ini akan menciptakan pengelolaan aset yang lebih profesional dan menguntungkan.

Suara dari Nagara Institute
Kegiatan diskusi ini merupakan hasil kolaborasi Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored (AFU). Akbar Faizal menyatakan bahwa diskusi di Bandung ini adalah edisi ketiga dari rangkaian tur di 10 kota besar Indonesia.

“Kami berkomitmen memediasi pemikiran publik dan para ahli. Hasil diskusi ini akan dibukukan dan diserahkan langsung kepada Presiden RI serta pihak Danantara sebagai gagasan nyata bagi kebijakan investasi nasional,” pungkas Akbar. (YAS)

Share This Article
Leave a Comment