Jalan Penghubung Bungbulang-Pakenjeng Ambles 100 Meter, BPBD Garut Imbau Warga Waspada - dailyindonews.com

Jalan Penghubung Bungbulang-Pakenjeng Ambles 100 Meter, BPBD Garut Imbau Warga Waspada

Yan A Supianto
3 Min Read
Jalan Penghubung Bungbulang-Pakenjeng Ambles 100 Meter

Daily Indo News – Akses transportasi yang menghubungkan Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang menuju Desa Panyindangan, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gangguan serius akibat bencana pergerakan tanah dan tanah longsor.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di dua titik utama di Desa Bojong, yakni Kampung Sukamulya dan Kampung Ciomas, pada Rabu (11/2) lalu, namun dampak kerusakan baru bisa dipetakan secara menyeluruh oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Garut pada Jumat (13/2/2026).

Plh. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah di Kampung Sukamulya mengakibatkan badan jalan desa ambles sepanjang kurang lebih 100 meter.

“Kondisi jalan di lokasi tersebut mengalami retakan dan penurunan yang signifikan. Dengan lebar jalan sekitar 3 meter, saat ini kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Untuk kendaraan roda dua masih bisa lewat namun sangat terbatas dan berisiko tinggi,” ujar Abud Abdullah saat memberikan keterangan, Jumat (13/2/2026).

Longsor Tebing 100 Meter
Selain jalan ambles, Abud menambahkan bahwa bencana tanah longsor juga terjadi di Kampung Ciomas RT 02 RW 11. Longsoran ini berasal dari tebing setinggi 100 meter dengan panjang area terdampak mencapai 50 meter.

“Material tanah dan batu dari tebing sempat menutup sebagian aliran sungai. Selain itu, badan jalan di wilayah tersebut juga ikut tergerus, sehingga mempersempit akses jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan,” jelasnya.

Berdasarkan analisis sementara di lapangan, bencana ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil serta dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Garut Selatan dalam beberapa hari terakhir.

Langkah Darurat dan Kebutuhan Mendesak
Menanggapi situasi ini, BPBD Kabupaten Garut telah menerjunkan personel untuk melakukan assessment cepat, pendataan dampak, serta pemasangan tanda peringatan di area berbahaya. Abud menegaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Forkopimcam Bungbulang dan Pemerintah Desa Bojong.

“Kami sudah memasang pembatas sementara agar masyarakat tidak mendekat ke area retakan. Kami juga mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat ada retakan baru, terutama saat hujan turun,” tambahnya.

Meski penanganan awal telah dilakukan, Abud mengakui bahwa perbaikan permanen belum bisa dilaksanakan. Pihaknya kini menunggu kajian teknis dari instansi terkait seperti Dinas PUPR atau PVMBG untuk menentukan langkah konstruksi jalan yang tepat.

“Saat ini kebutuhan mendesak di lapangan adalah logistik untuk gotong royong, serta pengadaan karung dan bronjong untuk penahanan tanah sementara. Kami berharap rekomendasi teknis segera keluar agar akses mobilitas warga bisa kembali normal dan aman,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian masih dikategorikan zona berisiko, terutama jika kembali diguyur hujan deras.

(YAS)

Share This Article
Leave a Comment