Daily Indo News – Provinsi Jawa Barat mencatatkan prestasi gemilang dalam menjaga stabilitas sosial melalui raihan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025. Dengan skor mencapai 79,43, Jawa Barat resmi masuk dalam kategori tinggi, sekaligus melampaui rata-rata capaian nasional yang berada di angka 77,89.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan refleksi dari hubungan antarpemeluk agama yang semakin toleran, setara, dan kooperatif. Menurutnya, IKUB bukan sekadar angka, melainkan indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam memitigasi potensi konflik sosial bermotif agama.
“Hubungan sosial masyarakat relatif harmonis dan saling menghargai dalam pelaksanaan ibadah. Konflik keagamaan yang berskala besar tergolong minim,” ujar Dedi dalam keterangannya di Kota Bandung, Sabtu (28/3/2026).
Dampak Terhadap Investasi dan Ekonomi
Dedi juga menekankan bahwa kerukunan yang stabil menjadi pondasi penting bagi pembangunan ekonomi. Rasa aman yang tercipta di tengah masyarakat memberikan kepercayaan diri bagi para investor dan pelaku ekonomi untuk menanamkan modal serta menjalankan usahanya di Jawa Barat.
Faktor Kunci Keberhasilan
Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari kolaborasi lintas sektor. Beberapa faktor utama yang mendorong tingginya skor IKUB Jabar 2025 antara lain: tingginya kesadaran masyarakat dalam menghargai perbedaan keyakinan. Selain itu, optimalnya fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota sebagai mediator dan penjaga stabilitas. Interaksi sosial antarmasyarakat dari berbagai agama juga memperkuat dimensi kebersamaan dalam IKUB.
Faktor penunjang lain yaitu kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong berbagai program yang memperkuat kerukunan sosial.
Dengan hasil ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus merawat iklim inklusif agar tren positif ini dapat dipertahankan di masa mendatang.
(YAS)


