Daily Indo News – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat memicu bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026). Akibatnya, dua rumah warga roboh tergerus longsor dan akses jalan menuju kawasan wisata Darajat sempat terhambat material lumpur.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Kampung Sukasari, RT 05 RW 05, Desa Padaawas. Selain memicu longsor di bantaran anak sungai, luapan air juga membawa material lumpur ke jalan kabupaten.
Camat Pasirwangi, Bambang Rudijanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah terjun ke lapangan bersama unsur Forkopimcam untuk melakukan penanganan darurat.
“Benar, akibat cuaca ekstrem sore tadi, terjadi banjir luapan di Jalan Pelnunjuk-Darajat sepanjang kurang lebih 200 meter. Selain itu, terjadi longsor di Anak Sungai Ipukan yang mengakibatkan bagian belakang dua rumah warga permanen roboh tergerus arus,” ujar Bambang saat memberikan keterangan, Selasa malam.
Dampak Kerusakan dan Evakuasi Warga
Berdasarkan data laporan sementara, dua kepala keluarga (KK) terdampak langsung dalam kejadian ini, yakni keluarga Bapak Ismail (4 jiwa) dan Bapak Abdurohman (4 jiwa). Material bangunan serta peralatan rumah tangga korban dilaporkan ikut terbawa arus sungai.
“Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100.000.000. Saat ini, para korban sudah kami evakuasi ke rumah kerabat terdekat demi keamanan, mengingat cuaca masih belum menentu,” tambah Camat.
Upaya Penanganan Darurat
Hingga Selasa malam, petugas gabungan dari Satpol PP Kecamatan, Polsek Pasirwangi, Koramil 1112 Samarang, serta perangkat desa dan warga setempat bahu-membahu membersihkan endapan lumpur di jalan kabupaten secara manual agar arus lalu lintas kembali normal.
Meskipun penanganan awal telah dilakukan, Bambang menyebutkan bahwa pihaknya membutuhkan dukungan alat berat dan bantuan logistik segera.
“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut. Saat ini kami sangat membutuhkan bantuan alat berat (Beko/Loader) untuk pembersihan material, serta kebutuhan mendesak lainnya seperti sembako, peralatan rumah tangga, dan pembangunan benteng penahan tanah (TPT) atau bronjong di lokasi longsor,” jelasnya.
Pihak Kecamatan Pasirwangi terus mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di dekat bantaran sungai dan lereng, untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan.
(YAS)


