Daily Indo News – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan kabar baik terkait masa depan olahraga Garut. Rencananya Kabupaten Garut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) mendatang (2030). Bersama Ketua KONI, dia telah mempresentasikan kesiapan Garut di tingkat regional.
“Alhamdulillah, presentasi kami diterima. Saat ini kami menunggu SK resminya. Kita memiliki waktu sekitar 3-4 tahun untuk menyiapkan sarana dan prasarana. Target kita jelas: sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses penyelenggaraan,” tegas Syakur, saat membuka resmi Turnamen Bola Voli Ngabuburit ke-12 Tahun 2026 di Lapangan Bola Voli Dandenpom III/2 Garut, Jalan Veteran, Selasa (20/1/2026) kemarin.
Terkait fasilitas olahraga yang belum lengkap, Syakur menjelaskan akan menggunakan skema kolaborasi dengan daerah tetangga.
“Penyelenggaraan nantinya akan dibagi-bagi. Kita akan mengajak Bandung dan Sumedang untuk berkolaborasi karena kita memang tidak memiliki semua fasilitas secara mandiri,” tambahnya.

Sementara itu, guna memperluas jangkauan pembibitan atlet, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Garut berencana menggelar Bupati Cup yang melibatkan tim dari seluruh desa di Kabupaten Garut.
“Dana sudah kami siapkan dan sudah dibahas dalam rapat kerja (raker). Kami akan laksanakan pada waktu yang tepat agar suasana vibes kompetisi bola voli semakin merata di seluruh wilayah Garut,” ungkap Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin,
Dia menegaskan bahwa PBVSI Kabupaten Garut akan memantau ketat para pemain yang berlaga, termasuk dalam turnamen yang digelar Dandenpom III/2 Garut ini.
“Pemain-pemain yang menunjukkan performa impresif akan dijadikan target pembinaan prestasi untuk jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.
Selain sebagai ajang kompetisi rutin, turnamen sekelas Turnamen Bola Voli Ngabuburit ke-12 diproyeksikan sebagai wadah penjaringan bakat menuju prestasi tingkat nasional. Bupati yang juga Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Garut, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan event ini. Menurutnya, kompetisi yang berkesinambungan adalah kunci utama dalam membina atlet-atlet muda potensial.
“Ini merupakan ajang yang sangat penting karena kompetisinya berkesinambungan. Dulu sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, namun kini kembali berjalan stabil,” ujar Syakur.
Tak hanya dari sisi olahraga, Syakur menekankan bahwa perhelatan seperti Turnamen Ngabuburit memberikan efek domino terhadap ekonomi lokal. Banyaknya aktivitas masyarakat di lokasi turnamen secara otomatis menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha kecil di sekitar area.
“Intinya, selain pembibitan, ini juga untuk pertumbuhan ekonomi. Semakin banyak aktivitas masyarakat, ujungnya adalah peningkatan ekonomi,” tuturnya. (YAS)


