Daily Indo News – Feri (35) warga Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan konten kreator yang menjadi korban penusukan oleh warga yang kerap melakukan pungli di Pantai Santolo.
Insiden ini dipicu oleh unggahan korban yang dinilai mengusik aktivitas oknum Pungli di kawasan Pantai Santolo waktu Itu.
Diungkapkan Feri, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) yang lalu, disaat dirinya mau pergi ke laut untuk menyiapkan perahu Nelayan yang hendak pergi melaut.
Menurutnya, dirinya mencoba menyelesaikan masalah yang ramai di Media Sosial terkait Pungli dengan mendatangi rumah pelaku di Kampung Banyu Asih.
“Saya mendatangi rumahnya pelaku untuk mencoba berdialog menyelesaikan masalah terkait pungli, karena pelaku mengirim pesan “Kadie aing geus di imah” (Kesini saya sudah di rumah), “ ungkap Feri, saat diwawancara di tempat ia dirawat, Kamis (5/3/2026).
Namun, lanjutnya, pada saat di rumahnya pelaku tidak ada. Dan beberapa saat kemudian, setelah meninggalkan rumah pelaku, datanglah pelaku dengan membawa 6 orang lainnya.
“ Pelaku utama atau yang menjadi dalang penusukan membawa pisau dan rekan lainnya membawa kayu balok. Pelaku utama langsung menusuk saya ke bagian perut dan sempat mau ke bagian Leher, namun sempat saya menghindar sehingga terkena sayatan di tangan, “ ucap Feri.
Sampai saat ini saya merasa Keberatan, lanjutnya lagi, karena pelaku belum bisa tertangkap dan malah masih bisa aktif membuat konten di akun Media Sosial Facebooknya.
“ Semoga pihak berwajib segera bisa menangkapnya, semoga saya menjadi korban terakhir dan tidak ada lagi korban lain setelah ini agar Pantai Santolo bisa aman, nyaman untuk para wisatawan yang berkunjung, ” pungkasnya.
(RPA)


