Daily Indo News – Sistem tiket elektronik atau E-Ticket mulai diterapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kabupaten Garut, Jawa Barat di beberapa objek wisata untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengunjung.
Dikutip dari antaranews.com, menurut Kepala Disparbud Garut, selama ini pihaknya terus melakukan pembenahan destinasi wisata yang tidak hanya gencar melakukan promosi. Tetapi juga menerapkan system yang dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengunjung.
“Kita juga mau coba e-ticketing nanti seperti apa, meskipun di beberapa titik sudah, nanti kita perlu konsolidasi begitu ya,” kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika kepada wartawan. Rabu (04/02/2026) lalu.
Destinasi wisata yang sudah menerapkan tiket elektronik, kata dia, yakni objek wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, dan Situ Cangkuang di Kecamatan Leles.
“Bagendit sudah, Cangkuang kemarin sudah, nah yang tahun ini kita coba di (pantai) Sayang Heulang,” katanya.
Ia menyampaikan, penerapan tiket elektronik itu hanya dilakukan di destinasi wisata yang dikelola oleh Disparbud Garut, selain Situ Cangkuang, dan Bagendit, juga destinasi wisata pantai di selatan Garut.
Namun untuk wisata Pantai Santolo, kata dia, sementara belum dibuka retribusi tiket masuknya karena masih dalam pembahasan bersama terkait pengelolaannya.
“Mudah-mudahan bisa ada kesepahaman sebelum bulan puasa dimulai begitu ya, karena menjelang musim libur panjang dan sebagainya,” katanya.
Ia berharap adanya tiket elektronik itu bisa mencegah praktik pungutan liar, dan bisa lebih terbuka terkait retribusi resmi yang diberlakukan pemerintah daerah.
Tertibnya retribusi secara elektronik itu, kata dia, diharapkan bisa berkontribusi lebih besar pada pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
“Nanti ‘outcome’-nya adalah peningkatan PAD kita gitu, targetnya itu, mudah-mudahanlah kita berikhtiar,” pungkasnya. (Ropa)


