Viral Kisah Atlet Rugby Garut Sakit Tanpa Biaya, Dedi Mulyadi Langsung Gerak Cepat! - dailyindonews.com

Viral Kisah Atlet Rugby Garut Sakit Tanpa Biaya, Dedi Mulyadi Langsung Gerak Cepat!

admin
2 Min Read
Tangkapan layar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Siti Nur Rahayu, atlet rugby putri asal Kabupaten Garut, dalam video di instagram pribadinya berdurasi 01.29 menit.

Daily Indo News – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons cepat terkait kondisi memprihatinkan yang dialami Siti Nur Rahayu, atlet rugby putri asal Kabupaten Garut. Siti, yang pernah mengharumkan nama Jawa Barat pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024, kini hanya bisa terbaring lemah akibat penyakit pecah usus yang dideritanya selama dua bulan terakhir.

Kisah pilu Siti menjadi sorotan setelah sebuah video dari Kompas TV viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, Siti terlihat menangis karena tidak memiliki biaya untuk berobat dan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sementara bantuan dari pemerintah daerah setempat belum kunjung tiba.

Respons Gubernur Dedi Mulyadi
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan informasi mengenai kondisi sang atlet. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mengambil tindakan nyata.

“Terima kasih kepada Kompas TV yang telah menceritakan kisah pilu ini. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini juga akan turun untuk membawa (Siti) ke rumah sakit. Mohon maaf kami baru tahu peristiwa ini justru dari Kompas TV, bukan dari pemerintah setempat,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan di akun instagram pribadinya @dedimulyadi71, Kamis (5/2/2026).

Komitmen Pelayanan Kesehatan untuk Warga
Tidak hanya untuk Yayu – panggilan akrab Siti Nur Rahayu, Dedi Mulyadi juga menegaskan komitmennya untuk mempermudah akses kesehatan bagi seluruh warga Jawa Barat yang mengalami kesulitan serupa. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kendala kesehatan dan biaya pengobatan kepada pihak provinsi.

“Bagi siapa pun yang sakit dan tidak memiliki kemampuan untuk berobat, silakan datang ke Balai Pengaduan Lembur Pakuan atau Balai Pananggeuhan di Gedung Sate Bandung,” tambahnya.

Dedi memastikan bahwa pintu pengaduan di Gedung Sate selalu terbuka untuk melayani warga yang terhambat akses layanan kesehatan. Kasus Siti Nur Rahayu diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah daerah di Jawa Barat untuk lebih proaktif dalam mendata dan membantu para pahlawan olahraga maupun masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pertolongan medis mendesak. (YAS)

Share This Article
Leave a Comment