Daily Indo News – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut pada Sabtu sore (7/2/2026) memicu serangkaian bencana alam di Kecamatan Wanaraja dan Kecamatan Karangpawitan. Luapan air selokan hingga tanah longsor dilaporkan merendam puluhan rumah warga serta merusak infrastruktur desa.
Wanaraja: Sampah Sumbat Selokan, Puluhan Rumah Terendam
Di Kecamatan Wanaraja, luapan air dilaporkan merendam pemukiman warga di Kampung Samangen RT 01/RW 01, Desa Wanajaya. Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 30 rumah warga dan satu Mesjid (Al-Hidayah) terdampak banjir akibat selokan yang tidak mampu menampung debit air.
“Penyebab diduga kuat karena curah hujan yang tinggi disertai tumpukan sampah yang menyumbat aliran drainase. Selain merendam rumah, luapan air juga menyebabkan kerusakan berupa lubang di jalan raya,” ujar Fahmi Fauzi, Minggu (8/2/2026).
Tak hanya di Desa Wanajaya, tanggul selokan Cirujit di Blok Ciceblok, Desa Wanasari juga dilaporkan jebol. Insiden ini mengakibatkan sekitar 2 hektare lahan persawahan milik warga terendam air.
“Saat ini unsur Forkopimcam, Pemerintah Desa, petugas Damkar, bersama masyarakat sedang berjibaku melaksanakan pembersihan material sampah dan mengatur lalu lintas di lokasi terdampak,” tambahnya.
Karangpawitan: TPT Aspirasi Ambruk dan Satu Rumah Roboh
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Karangpawitan. Camat Karangpawitan, Anas Aolia Malik, melaporkan adanya bencana tanah longsor dan kerusakan bangunan di tiga desa berbeda setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 15.35 WIB.
“Kami telah menerima laporan dan menerjunkan personel Satpol PP bersama Babinsa dan perangkat desa ke lokasi untuk monitoring,” ungkap Anas.
Berdasarkan data lapangan, tiga titik terdampak di Karangpawitan meliputi:
- Desa Cimurah: Bencana longsor di Kp. Patrol RT 03/RW 02.
- Desa Karangpawitan: Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kp. Lampuyang RT 02/RW 12 ambruk. Diketahui TPT tersebut baru berusia satu bulan yang dibangun melalui dana aspirasi.
- Desa Tanjungsari: Satu unit rumah warga di Kp. Cireundeu RT 03/RW 05 dilaporkan roboh.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil akibat rumah yang roboh di Desa Tanjungsari diperkirakan mencapai Rp150.000.000,” jelas Anas.
Himbauan Kewaspadaan
Pihak otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Selain faktor alam, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan selokan dari sampah menjadi catatan penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (YAS)


