Daily Indo News – Sebuah gudang produksi vulkanisir ban di Kampung Leuweung Tiis, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, ludes dilalap si jago merah pada Senin sore (16/03/2026). Insiden ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas anak-anak yang bermain petasan di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 16.20 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim dari Pos Leles langsung bergerak cepat menuju lokasi.
“Petugas tiba di lokasi dalam waktu enam menit setelah laporan diterima. Fokus utama kami adalah melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan permanen di sekitarnya, mengingat material di dalam gudang sangat mudah terbakar,” ujar Usep Basuki Eko saat memberikan keterangan.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, api berasal dari percikan petasan yang dimainkan oleh anak-anak di dekat gudang. Percikan tersebut kemudian menyambar material karet dan plastik yang tersimpan di dalam ruang produksi seluas 4 x 6 meter tersebut.
“Karena objek yang terbakar adalah bahan karet dan plastik, api dengan sangat cepat membesar dan menghanguskan seluruh isi gudang,” tambah Eko.
Untuk memadamkan kobaran api, Disdamkarmat mengerahkan satu unit kendaraan pancar dari Pos Leles, satu unit kendaraan supply bantuan dari Mako Pusat, dan regu 1 Pos Leles dengan bantuan unsur Polsek, BPBD, Puskesmas, Redkar, dan warga setempat.
Meski gudang beserta isinya hangus terbakar dengan taksiran kerugian mencapai Rp 100 juta, petugas berhasil menyelamatkan aset bangunan permanen milik Ibu Odah yang berada tepat di samping lokasi kebakaran senilai kurang lebih Rp 120 juta.
Paling penting, Eko menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebanyak lima orang penghuni di sekitar lokasi berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.45 WIB setelah dilakukan pendinginan menyeluruh. Kami mengimbau kepada orang tua dan masyarakat untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan petasan yang berisiko memicu kebakaran di area pemukiman,” tutupnya.
(YAS)


