Refleksi Hari Kartini ke-147: Bupati Garut Dorong Perempuan Tangguh di Era Digital - dailyindonews.com

Refleksi Hari Kartini ke-147: Bupati Garut Dorong Perempuan Tangguh di Era Digital

admin
3 Min Read
Puncak acara Hari Kartini ke-147 dan HUT GOW ke-72 tingkat Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (21/4/2026).

Daily Indo News – Semangat emansipasi terpancar kuat di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, saat Pemerintah Kabupaten Garut menggelar puncak peringatan Hari Kartini ke-147 sekaligus HUT Gabungan Organisasi Wanita (GOW) ke-72, Selasa (21/4/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Sekda Nurdin Yana, serta Ketua TP PKK Kabupaten Garut Tinneke Hermina.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa sosok Kartini modern harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Mengusung tema “Semangat Kartini Berkarya, Berkreasi, dan Berprestasi”, Bupati menekankan pentingnya keseimbangan peran.

“Kartini masa kini adalah perempuan yang mampu menyeimbangkan peran domestik dengan peran publik. Mereka harus tangguh menghadapi arus digitalisasi serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar,” ujar Bupati Syakur.

Da juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi GOW selama 72 tahun yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Garut.

Senada dengan Bupati, Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten, menyatakan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni pakaian adat. Ia menyebut esensi Kartini adalah “parade pola pikir” yang solutif.

“Kartini masa kini bukan sekadar perempuan yang bersekolah tinggi, tetapi mereka yang mampu memberikan solusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” tegas Diana.

*Capaian Nyata: 170 Kegiatan dalam Setahun*
Sebagai bentuk pembuktian eksistensi, GOW melaporkan telah melaksanakan sekitar 170 kegiatan sepanjang tahun lalu. Program-program tersebut menyentuh berbagai lini krusial, di antaranya: pemberikan beasiswa bagi anak disabilitas netra, pembinaan SLB-A, serta pendampingan pasien talasemia dan anak dengan HIV/AIDS.

Selain itu, GOW telah menyelenggarakan pelatihan UMKM khusus perempuan guna meningkatkan kemandirian finansial. Kemudian dibangun pula pembangunan pojok baca di Desa Cibuah serta inisiasi greenhouse pembibitan melalui program “Garut Hejo”.

Diana jug memaparkan tentang aksi nyata melalui petisi “Perempuan Garut Menegakkan Keadilan” serta edukasi masif mengenai bahaya KDRT dan narkoba.

Sinergi Lintas Generasi
GOW juga menginisiasi ruang dialog atau sarasehan lintas generasi. Langkah ini diambil untuk memastikan tongkat estafet perjuangan perempuan di Garut tidak terputus dan tetap relevan dengan dinamika zaman.

“Kami hadir untuk membuktikan bahwa perempuan Garut bersuara, berkarya, dan berprestasi. Semoga GOW terus menjadi motor kemajuan bagi wanita Garut tanpa melupakan kewajiban domestiknya,” pungkas Diana.

Peringatan ditutup dengan seruan women supporting women, mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi demi mewujudkan kesetaraan dan keadilan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

(YAS)

TAGGED:
Share This Article
Leave a Comment