Daily Indo News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan strategi untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Koordinasi lintas sektoral diperkuat demi menjamin kelancaran lalu lintas di jalur primadona Jawa Barat ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satriabudi, menegaskan komitmennya dalam mengawal Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait pengaturan lalu lintas. Pihaknya memastikan personel dan sarana prasarana telah siap bersinergi dengan Polres Garut.
“Alhamdulillah, secara teknis Kabupaten Garut sudah siap melayani masyarakat yang ingin mudik, baik yang menuju Garut maupun yang sekadar melintas,” ujar Satriabudi saat ditemui di Kantor Dishub Garut, Kamis (12/3/2026).
Prediksi Puncak Arus Mudik
Dishub memprediksi pergerakan kendaraan akan terbagi dalam dua gelombang:
- Tahap Pertama: Mulai Jumat sore (13/3/2026), bertepatan dengan libur sekolah.
- Tahap Kedua: Diprediksi pada 18–19 Maret 2026, yang menjadi puncak arus mudik menjelang hari raya.
Fasilitas Negara Jadi Rest Area Darurat
Guna meningkatkan kenyamanan pemudik, Pemkab Garut mengambil kebijakan inklusif dengan membuka fasilitas publik sebagai tempat istirahat sementara.
“Masyarakat pemudik bisa mempergunakan fasilitas negara seperti kantor desa dan sekolah sebagai rest area. Silakan dimanfaatkan bagi yang membutuhkan istirahat di perjalanan,” kata Satria.
Kompensasi Delman dan Program Balik Gratis
Salah satu langkah krusial mengurai kemacetan di jalur nasional dan provinsi (seperti kawasan Kadungora) adalah kebijakan sterilisasi delman. Sebanyak 477 unit andong dan 6 becak diminta tidak beroperasi selama 7 hari. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari untuk setiap orang.
Selain itu, program Balik Gratis kembali digelar untuk 240 orang dengan rute Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Satria menyebut antusiasme warga sangat tinggi; kuota rute Jakarta dan Bogor terpantau sudah penuh, sementara sisa kuota Bekasi hanya tersisa 16 kursi per Kamis siang.
Pantau Lalin via Aplikasi ‘Garut Hebat’
Pemudik diimbau memanfaatkan teknologi untuk menghindari kemacetan. Pemkab Garut telah menyediakan akses 21 titik CCTV secara real-time yang dapat dipantau melalui aplikasi Garut Hebat Super Apps.
Di akhir keterangannya, Kadishub menitipkan tiga pesan utama bagi pemudik:
- Cek Kendaraan: Pastikan kondisi kendaraan laik jalan.
- Keamanan Rumah: Matikan aliran listrik dan gas sebelum berangkat.
- Disiplin di Jalan: Patuhi rambu lalu lintas dan instruksi petugas lapangan.
(YAS)


