Gubernur Jabar dan Kemenperin Sepakati Komitmen Industri Inklusif 2026 - dailyindonews.com

Gubernur Jabar dan Kemenperin Sepakati Komitmen Industri Inklusif 2026

admin
3 Min Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian RI, serta para pelaku usaha industri menandatangani kesepakatan Komitmen Bersama tentang Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Jawa Barat, Kamis (23/4/2026), berlangsung di Bale Gede Pakuan.

Daily Indo News – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempertegas langkahnya untuk menjadikan sektor industri sebagai pilar utama ekonomi yang ramah lingkungan dan inklusif. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama tentang Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian RI, serta para pelaku usaha industri di Bale Gede Pakuan.

Dokumen komitmen yang disepakati mencakup beberapa target strategis, di antaranya:

  • SDM Unggul: Peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten dan penyediaan program magang industri.
  • Dukungan UMKM:Peningkatan penggunaan bahan baku lokal dan alokasi pengadaan bagi UMKM dalam rantai pasok industri besar.
  • Industri Hijau: Penerapan standar industri berbasis ekologi demi keberlanjutan lingkungan.

Dalam acara Temu Industri Jawa Barat 2026, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan peran pemerintah sebagai jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan pengusaha. KDM berjanji akan mengawal iklim investasi di Jabar agar terbebas dari berbagai gangguan.

“Tugas saya sebagai Gubernur adalah mempertemukan pemerintah pusat dengan pengusaha agar diskusi terjadi dan permasalahan selesai. Saya berkomitmen menjaga industri di Jawa Barat dari berbagai gangguan. Saya akan bantu sampai tuntas, maka investasi akan datang berbondong-bondong,” tegas KDM.

Tulang Punggung Ekonomi Jabar
Sektor industri di Jawa Barat bukan sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak utama. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Nining Yuliastiani, memaparkan bahwa kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah telah mencapai lebih dari 40 persen.

Nining menekankan bahwa keberhasilan sektor ini akan menciptakan efek domino (multiplier effect) yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penguatan rantai pasok dalam negeri melalui hilirisasi.

Linkage SMK dan Industri
Salah satu langkah konkret yang sudah berjalan adalah sinkronisasi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar. Saat ini, SMK di kawasan industri seperti KI MM2100 dan KI Greenland International Industrial Center telah menyesuaikan kurikulumnya.

“Program pemagangan bagi siswa SMK menjadi fokus berkelanjutan agar lulusan dapat langsung terserap oleh industri yang relevan,” tambah Nining.

Nining menegaskan pesan Gubernur bahwa industri di masa depan harus berlandaskan ekologi. Implementasi standar industri hijau diharapkan mampu menjamin operasional pabrik tetap selaras dengan pelestarian lingkungan sekitar.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemprov Jabar akan segera menyusun Rencana Aksi mendetail untuk memastikan poin-poin komitmen tersebut bertransformasi menjadi hasil nyata di lapangan.

Hadir dalam acara tersebut, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Wilayah Jabar, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar.

(YAS)ea

Share This Article
Leave a Comment