Hujan Deras, Longsor dan Banjir Luapan Terjang Dua Kecamatan di Garut - dailyindonews.com

Hujan Deras, Longsor dan Banjir Luapan Terjang Dua Kecamatan di Garut

admin
4 Min Read
Foto : Seorang santri di tengah genangan air setinggi lutut, saat banjir luapan menerjang Komplek Pesantren Darul Hidayah, Kampung Nanggoh, Desa Panembong, Senin (16/2) sekitar pukul 16.30 WIB.

Daily Indo News – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencana alam di dua titik berbeda, yakni Kecamatan Cilawu dan Kecamatan Bayongbong.

Banjir Luapan di Bayongbong Rendam Pesantren
Di Kecamatan Bayongbong, Senin (16/2) sekitar pukul 16.30 WIB, banjir luapan sungai menerjang Komplek Pesantren Darul Hidayah, Kampung Nanggoh, Desa Panembong.

Suasana mencekam terekam kamera warga saat air sungai meluap hebat di Kampung Nanggoh, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Senin sore (16/2/2026). Dalam video ini, terlihat arus air berwarna cokelat pekat mengalir deras melalui gang-gang sempit di pemukiman warga, membawa material tanah dan sampah.

Luapan air ini tak terbendung hingga merendam Komplek Pesantren Darul Hidayah. Terdengar suara warga yang histeris dan lantunan doa di tengah derasnya arus. Para santri dan masyarakat sekitar nampak panik melihat air mulai merangsek masuk ke dalam bangunan fasilitas umum.

Beberapa santri terlihat berusaha menembus banjir yang tingginya mencapai lutut orang dewasa. Arus yang sangat kuat ini tidak hanya membawa air, tetapi juga meninggalkan lapisan lumpur yang tebal di area masjid dan madrasah.

Camat Bayongbong, Jeje Jenal Abidin, mengonfirmasi bahwa saat ini bantuan dari BPBD dan Damkar sangat dibutuhkan untuk proses pembersihan material pasca-banjir agar aktivitas ibadah di pesantren bisa kembali berjalan.

“Kami sangat mengharapkan bantuan petugas untuk membantu warga dalam proses evakuasi lumpur. Alat pembersih dan semprotan air dari Damkar sangat dibutuhkan saat ini agar fasilitas umum bisa segera digunakan kembali,” ungkapnya.

Jeje melaporkan bahwa debit air sungai yang meningkat drastis menyebabkan air meluap hingga merendam fasilitas pendidikan dan ibadah.

“Pasca luapan banjir, area masjid dan madrasah tertutup material lumpur yang cukup tebal. Hal ini tentu mengganggu aktivitas ibadah dan belajar mengajar di pesantren,” ungkap Jeje.

Hingga berita ini diturunkan, warga dibantu aparat setempat masih berupaya membersihkan sisa-sisa banjir dengan alat seadanya sambil menunggu bantuan tiba di lokasi.

Longsor di Mekarmukti, Cilawu
Dua hari sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Kampung Cibogo Bodas, RT 01/09, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cilawu . Material tanah longsor tersebut mengancam area pemukiman, tepatnya di depan kediaman salah satu warga bernama Bapak Aep.

Foto : Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Cibogo Bodas, RT 01/09, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cilawu, pada Sabtu (14/2/2026). Material tanah longsor tersebut mengancam area pemukiman.

Camat Cilawu, Deni Dermawan, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut murni dipicu oleh faktor cuaca. “Akibat curah hujan yang tinggi dan terjadi terus-menerus, struktur tanah menjadi labil sehingga mengakibatkan longsor,” ujarnya saat memberikan keterangan, Senin (16/2/2026).

Sebagai langkah awal, pihak kecamatan melalui Kasi Kesra telah berkoordinasi dengan pengurus RT/RW dan warga setempat untuk melakukan kerja bakti membersihkan sisa material batu dan tanah.

“Saat ini kondisi masih dalam pantauan. Kami juga telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan, yakni pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mencegah longsor susulan yang lebih besar,” tambah Deni.

(YAS)

Share This Article
Leave a Comment