Daily Indo News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat melaporkan kondisi memprihatinkan pada infrastruktur Tembok Penahan Tanah (TPT) di lingkungan SMP As-Saefulloh, Desa Situsari, Kecamatan Cisurupan. Berdasarkan hasil asesmen terbaru, struktur penahan lapangan sekolah tersebut mengalami retakan serius dan terancam ambruk akibat pergerakan tanah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengungkapkan bahwa meski kejadian awal dilaporkan pada Desember 2025 lalu, kondisi di lapangan terus mengalami penurunan stabilitas. Pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan peninjauan ulang pada Selasa (10/2/2026).
“Kami telah melakukan asesmen lanjutan di Kp. Cigangsa. Hasilnya, ditemukan retakan memanjang pada badan TPT sepanjang kurang lebih 30 meter dengan lebar retakan mencapai 2 meter. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena struktur tersebut merupakan penopang utama lapangan sekolah,” ujar Aah Anwar Saefulloh dalam keterangannya, Selasa (10/02/2026).
Picu Erosi dan Tanah Timbunan yang Labil
Aah menjelaskan, ancaman longsor ini dipicu oleh posisi TPT yang berada sangat dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cisurupan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air meningkat dan mengikis pondasi bangunan.
“Lokasi TPT berada di atas tanah timbunan dengan kepadatan rendah. Karena sering terkena luapan air dari selokan dan sungai di bawahnya, terjadi erosi pada bagian kaki pondasi. Akibatnya, tanah di belakang TPT turun dan struktur mulai bergeser,” tambahnya.
Aktivitas Sekolah Tetap Berjalan dengan Kewaspadaan Tinggi
Meski kondisi infrastruktur di luar gedung membahayakan, BPBD melaporkan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMP As-Saefulloh sejauh ini masih berlangsung di ruang kelas. Namun, pihak sekolah dan desa diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun.
Sebagai langkah darurat, Aah merekomendasikan penanganan segera guna mencegah TPT ambruk total yang dapat memutus akses lapangan atau bahkan membahayakan keselamatan siswa.
“Kami merekomendasikan pemasangan bronjong atau karung berisi material sebagai penahan sementara. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk meninjau aspek keselamatan lingkungan sekolah, serta Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air untuk penanganan permanen di area aliran sungai tersebut,” pungkas Aah.
Dalam peninjauan ini, tim BPBD Kabupaten Garut bersinergi dengan unsur Pemerintah Kecamatan Cisurupan dan Pemerintah Desa Situsari guna memastikan langkah mitigasi berjalan tepat sasaran. (YAS)


