Daily Indo News – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu (8/2/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan satu rumah warga ambruk dan satu lainnya mengalami kerusakan struktur yang membahayakan.
Bencana tersebut tepatnya terjadi di Kampung Kubang, Desa Sukamukti sekitar pukul 07.30 WIB. Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengonfirmasi bahwa tim Unit Reaksi Cepat (URC) telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk melakukan asesmen darurat.
“Benar, kami menerima laporan adanya dampak cuaca ekstrem di Desa Sukamukti. Satu unit rumah milik Saudara Adang/Uju mengalami ambruk pada bagian dapur. Sementara itu, satu rumah lainnya milik Saudara Maman yang dihuni keluarga Saudara Nurdin mengalami keretakan serius dan dindingnya miring,” ujar Abud.
Berdasarkan data di lapangan, rumah yang ambruk dihuni oleh satu jiwa, sedangkan rumah yang terancam dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total enam jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, para penghuni rumah yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
“Penghuni sudah kami evakuasi ke rumah kerabat terdekatnya untuk menghindari risiko bangunan ambruk susulan, terutama karena kondisi cuaca masih belum menentu,” tambah Abud.
Hingga berita ini turun, petugas BPBD bersama pemerintah desa, Ketua RW, dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material bangunan yang runtuh. BPBD juga tengah menyiapkan bantuan logistik darurat untuk para penyintas.
“Kami telah mengirimkan dua unit terpal untuk menutupi dinding rumah yang retak agar kerusakan tidak meluas terkena air hujan. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan kajian lebih dalam mengenai kelaikan bangunan tersebut,” jelasnya.
Imbauan Kewaspadaan
Menutup keterangannya, Abud Abdullah, mengimbau masyarakat Kabupaten Garut, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami meminta warga segera melapor kepada aparat setempat atau langsung ke BPBD jika melihat adanya rekahan tanah atau kerusakan struktur bangunan akibat cuaca buruk, agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin,” pungkasnya. (YAS)


