Rayakan Sejarah dan Budaya, Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Resmi Dibuka - dailyindonews.com

Rayakan Sejarah dan Budaya, Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Resmi Dibuka

admin
3 Min Read
Foto : Atraksi Seni Budaya pada Gelaran Gebyar Pesona Budaya Garut Tahun 2026.

Daily Indo News – Kemeriahan mewarnai Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026) sore saat gelaran tahunan Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026 resmi dibuka. Acara yang telah masuk dalam kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini mengusung tema besar perjalanan panjang sejarah Kabupaten Garut, yang digambarkan melalui perpindahan pusat pemerintahan dari Limbangan ke Kota Garut saat ini.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, secara resmi membuka segmen parade sore tersebut. Dia menyampaikan rasa bangga atas pencapaian GPBG yang akhirnya kembali diakui secara nasional setelah penantian panjang.

“Untuk pertama kalinya, Gebyar Pesona Budaya Garut setelah 24 tahun akhirnya menyandang gelar Kreasi Event Nusantara. Dari 400 lebih kabupaten/kota, Garut menjadi salah satu yang dilirik secara nasional,” ujar Putri Karlina.

Dia juga menekankan dampak positif acara ini terhadap ekonomi kerakyatan. “Acara seperti ini memberikan dampak luar biasa bagi perputaran ekonomi masyarakat. Bayangkan ribuan orang datang dan berbelanja di pedagang kaki lima, ini yang harus kita rayakan bersama,” tambahnya sembari mengimbau warga untuk tetap tertib selama acara berlangsung.

*Helaran Budaya: Napak Tilas Sejarah Limbangan*
Acara dimulai dengan “Helaran Karnaval” yang menceritakan perpindahan Bupati Limbangan RAA Adiwijaya beserta perangkat pemerintahannya. Prosesi ini diawali oleh kelompok Raja-Raja Nusantara dan Dewan Adat, diikuti rombongan ulama yang membawa kesenian tradisional sebagai media dakwah, seperti Terebang Sejak dari Cikelet dan Seni Gesrek dari Pamulihan.

Selain kesenian lokal, helaran tahun ini juga dimeriahkan oleh tamu dari berbagai daerah, di antaranya: Kuda Renggong dari Sumedang, Buroq dari Cirebon, Tari Banten Jawara dari Provinsi Banten, Komunitas lokal seperti Paguyuban Sepeda Heubeul Garut (PSHG) dan Jeep Lawas.

Rangkaian Hingga Malam Hari
Berdasarkan jadwal acara, kemeriahan akan berlanjut hingga malam hari dengan kehadiran tamu VIP dan rangkaian Opening Ceremony bertajuk “Garut Gumiwang, Tanjeur Dangiang”. Acara malam tersebut menampilkan ritual Rajah Bubuka, pertunjukan lampu (lighting show), serta tarian kolosal yang menceritakan perjuangan masyarakat membangun Garut.

GPBG 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk apresiasi bagi para pelaku seni di Kabupaten Garut untuk terus mengasah kemampuan dan meniti karier di tingkat yang lebih tinggi.

(YAS)

Share This Article
Leave a Comment