Garut Gandeng LMAN, BPKAD Dorong Transformasi Aset Daerah Jadi Sumber Pendapatan - dailyindonews.com

Garut Gandeng LMAN, BPKAD Dorong Transformasi Aset Daerah Jadi Sumber Pendapatan

admin
3 Min Read
Kepala BPKAD, Saeful, mempresentasikan langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).

*Garut Gandeng LMAN, BPKAD Dorong Transformasi Aset Daerah Jadi Sumber Pendapata*

Daily Indo News – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan RI guna mengubah aset yang selama ini “tidur” menjadi mesin uang bagi daerah.

Kepala BPKAD Kabupaten Garut, Saeful, Sabtu (25/4/2026), menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi paradigma besar dalam tata kelola aset. Menurutnya, aset daerah tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai objek administratif belaka.

“Sudah saatnya BMD dikelola sebagai instrumen ekonomi yang produktif dan mampu menjadi sumber pendapatan daerah,” ujar Saeful.

*Analisis HBU Sebagai Fondasi Ekonomi*
Sebagai langkah konkret, BPKAD kini tengah menyusun kajian Highest and Best Use (HBU). Kajian ini berfungsi sebagai fondasi untuk menentukan arah pemanfaatan aset secara optimal, terukur, dan berbasis potensi pasar.

Melalui layanan advisory dari LMAN, Pemkab Garut akan mendapatkan analisis mendalam mulai dari: analisis kelayakan (feasibility study), pengembangan konsep pemanfaatan, termasuk skema kerja sama bisnis yang konkret (business matchmaking).

Saeful menyoroti banyaknya aset daerah yang saat ini masih dalam kondisi idle atau kurang teroptimalkan (underutilized), padahal memiliki potensi ekonomi yang besar.

Perubahan pola pengelolaan ini juga merupakan respons terhadap dinamika ekonomi daerah. Data menunjukkan adanya tren perlambatan pertumbuhan ekonomi, sehingga optimalisasi aset menjadi solusi strategis untuk memperkuat daya tahan fiskal.

“Kita ingin menggeser posisi aset daerah dari yang semula cost center menjadi revenue center. Ini bukan sekadar jargon, tetapi arah kebijakan yang sedang kita bangun secara sistematis,” tegas Saeful.

Nantinya, hasil kajian ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai skema kemitraan sesuai regulasi, seperti: Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), sewa, dan bentuk kemitraan lainnya yang memberikan manfaat optimal tanpa mengubah status kepemilikan aset.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen menghadirkan tata kelola BMD yang akuntabel, transparan, dan adaptif. Saeful meyakini bahwa langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian daerah.

“Ini adalah upaya membangun masa depan fiskal daerah yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing,” pungkasnya.

(YAS)

TAGGED:
Share This Article
Leave a Comment