Daily Indo News – Peringatan Hari Jadi ke-448 Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjadi momentum krusial bagi jajaran pemerintah daerah untuk merefleksikan capaian sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan. Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang, Rabu (22/4/2026), Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan wejangan khusus mengenai etika kerja aparatur sipil negara (ASN).
Wagub Erwan menegaskan bahwa profesionalisme ASN harus dilandasi oleh empat aspek keamanan agar pembangunan berjalan optimal dan bebas dari jeratan hukum. Keempat aspek tersebut meliputi: Aman Perencanaan, Aman Anggaran, Aman Pelaksanaan dan Aman Pelaporan.
Jika berpegang teguh pada empat aspek ini, ASN bisa pensiun dengan tenang tanpa dibayangi persoalan hukum atau administrasi.
“Insyaallah kalau kita berpegang teguh kepada empat aspek keamanan tadi, kita akan pensiun dengan tenang, tidak lagi dibebani oleh permasalahan ketika sedang bekerja menjadi ASN,” ujar Erwan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumedang.
Wagub Erwan optimistis di bawah kepemimpinan duet Dony Ahmad Munir dan Fajar Aldila, Sumedang akan menjadi wilayah terdepan dalam aglomerasi Bandung Raya.
“Di sini kita tidak lagi bicara faksi atau partai, tapi bagaimana menyiapkan masa depan dan menyejahterakan masyarakat Sumedang,” tegasnya.
Tantangan Infrastruktur dan Ekonomi
Di tempat yang sama, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, memaparkan potret capaian dan tantangan yang masih dihadapi daerahnya di usia hampir empat setengah abad ini. Meski banyak kemajuan, Pemkab Sumedang mencatat sejumlah “Pekerjaan Rumah” (PR) prioritas, di antaranya angka kemiskinan yang masih berada di angka 8%, pengangguran terbuka bertahan di angka 6%, dan sekitar 10% infrastruktur berupa akses jalan dan sarana fisik masih memerlukan peningkatan.
“Kami harus menghadirkan kebijakan, program, dan kegiatan yang bisa menuntaskan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan infrastruktur jalan, meningkatkan produksi pertanian dan sebagainya,” tegas Dony..
Inovasi “Rabu Ngangkot” dan Lingkungan
Sebagai langkah nyata menghadapi krisis global dan isu lingkungan, Pemkab Sumedang resmi meluncurkan program “Rabu Ngangkot”. Dalam kebijakan ini, setiap hari Rabu para ASN diwajibkan meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan kota (angkot), bersepeda, atau berjalan kaki.
Program ini dirancang untuk mencapai tiga target sekaligus, yakni efisiensi konsumsi BBM, pengurangan polusi udara, dan stimulus ekonomi bagi para sopir angkot di wilayah Sumedang.
Selain itu, gerakan pemilahan sampah di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta pembatasan air minum dalam kemasan plastik mulai diperketat guna membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.
(YAS)


